Membunuh atau Bersahabat dengan Kesendirian
Meskipun bujang sudah menemukan bagian kehidupan yang telah ditakdirkan untuknya, namun setakat perjalan yang dijalani, ia masih merasakan bahwa kesendirian itu masih memberikan siksaan kepada dirinya. Pada persoalan yang senantiasa tidak ia pahami, dan kemudian beberapa perkara yang jika ia utarakan akan menjadikan masalah. Mungkin ia tidak memiliki kemampuan untuk berterus terang, mengungkapkan apa yang menjadi keluh kesahnya dan apa yang menjadi kesulitan di dalam mengutarakan perasaannya. Namun, pada setiap kali ia mencoba menjadi yang terbaik, menjadi pendengar, dan sosok yang mampu mengerti dengan keadaan. “ Mungkin, nasib tengah tidak berpihak denganku, atau mungkin saja takdir itu bermain-main dengan realita hingga aku merasakan persoalan yang sangat pelik seperti ini,” Begitulah yang senantiasa ia sebutkan di dalam hatinya. Selalu tindakan menyalahkan diri sendiri hingga merasa kebingungan dengan dirinya, ia terus menerus merasakan bahwa kesendirian itu begitu m...